Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Longki Djanggola "Asam Garam Ketemu di Satu Titik"

Written By riluation on Selasa, 17 November 2009 | 07.03

Pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) dilakukan di berbagai daearah di Indonesia. Program yang berpedoman pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tertanggal 7 Mei 2007 ini, adalah bentuk revitalisasi dari penegmbangan kawasan-kawasan transmigrasi baru. Meski begitu, di Indonesia hanya ada satu KTM yang berlabel bahari, yakni di Kabupaten Parigi Moutong, tepatnya di Desa Bolano Barat Kecamatan Bolano Lambunu, sebagai titik sentral pembangunan kota.

Untuk mengetahi panjang lebar tentang KTM tersebut, Bupati Parigi Moutong, Longki Djanggola, kepada jurnalis Media Alkhairaat, Mohammad Sahril, Selasa (10/11) menyampaikan berbagai harapannya tentang prospek penegmbangan KTM. Berikut petikan wawancaranya.

Sebelumnya KTM pernah di tawarkan, tapi tak diterima, kenapa?

Iya benar. Saat itu kami menawwarkan KTM Argo Forest di Desa Kotaraya. Tapi sesuai dengan finalisasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pusat, di sarankan ada pertemuan berikutnya, tahun 2008. Karena potensi bahari ini sebagian besar belum digarap, maka disarankan untuk menggarap KTM Bahari. Tapi sebelumnya, sejak tahun 2005, kami sudah memprogramkan transmigrasi nelayan, yang terletak di 19 lokasi, 710 Kepala Keluarga (KK), tersebar di seluruh kecamatan, dari Kecamatan Maleali sampai Moutong.

Kalau dikatakan KTM adalah membuka kawasan transmigrasi baru, nah apa bedanya dengan transmigrasi sebelum-sebelumnya?

Dari segi perencanaan, sangat berbeda. KTM lebih terencana, lebih terfokus dan lebih pada perencanaan jangka panjang.

Maksudnya?

Jadi begini, KTM ini mempunyai satu titik sentral pengembangan, dan ditopang oleh beberapa Satuan Pemukiman (SP) di sekitarnya. Nah dalam perencanaannya, SP-SP ini diharapkan bisa membantu pertumbuhan kota nantinya. Jadi nanti pengembangan kota akan melebar, bisa disanggah oleh SP-SP disekitarnya. Kota menjadi pusat pertumbuhan sentral ekonomi, sementara SP menjadi daerah-daerah penopangnya.

KTM Bahari, seperti apa yang akan dikembangkan di sana?

Yang paling utama adalah pengembangan potensi kelautan. Baik itu hasil tangkapan nelayan, budidaya rumput laut, maupun pengembangan di daerah sekitarnya, seperti tambak.

Yang dimaksud Pengembangan dan Budidaya, seperti apa itu?
Jadi begini, KTM ini kan terletak di wilayah teluk Tomini. Kalau kita liat, potensinya cukup besar. Seperti ikan, teripang, dan potensi lainnya. Kalau untuk tumbuhan laut, Teluk Tomini ini kan merupakan lokasi cluster dua, untuk budidaya rumput laut Sulteng.

Kalau tujuan akhirnya, seperti apa KTM Bahari nantinya?

Rencananya, KTM Bahari ini akan dijadikan pusat kegiatan ekonomi wilayah, industri pengolahan hasil, pelayanan jasa dan perdagangan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelatihan, sarana pemerintahan dan fasilitas umum serta sosial. Intinya sama dengan pengembangan kota pada umumnya. Hanya saja, di sini kami akan membangun kota yang punya cirikhas tertentu, yakni pusat pengembangan hasil laut.

Kalau untuk sasaran pengembangannya?

Karena dia di kawasan teluk yang punya potensi kelautan, maka kami akan mengembangkan dan peningkatan investasi perikanan tangkap, perikanan budi daya, pengembanan budi daya rumupt laut, wisata bahari dan idustri perikanan. Sementara untuk menunjang aktifitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, kami juga akan mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan, ini bisa dilakukan di wilayah pinggiran. Jadi kita berharp, hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, bisa dipertemukan dengan hasil laut, di kota ini nantinya. Pendeknya, asam dan garam bisa ketemu di satu titik lah.

Ini kan wilayah pengembangan, dari segi sumber daya manusianya gimana?

Ya kita punya data terakhir menyebutkan, penduduk di Kecamatan Moutong sebagian besar berpendidikan SD. Jumlahnya kalau tidak salah 1.714, SMP 1.528, SMU 1.167, D1 dan D2 sekitar 61 orang, D3 79 orang. Nah ini yang menjadi acuan kami untuk dikembangkan. Dengan hadirnya transmigran, diharapkan bisa terjadi transfer of knowledge. Kalau berdasarkan angka tersebut, bisa dikatakan belum imbang antara SDM dan SDA. Maka perlu dikembangkan lagi. Kita punya target, berdasarkan hasil kajian dari Departemen, bisa menampung 300 Kepala Keluarga (KK) transmigran nelayan. Kita prioritaskan warga lokal. Nanti kita bijaksanai, 80 persen lokal, sisanya dari luar. Tapi yang ini harus sudah punya spesifikasi yang jelas, seperti nelayan tangkap atau budidaya. Harapannya, bisa terjadi afiliasi pengetahuan dan pengalaman.

Ini kan terpadu, bagaimana pengelolaannya?

Ia semua instansi terkait akan melakukan aksi bersama-sama. Tapi yang paling aktif, atau ditunjuk sebagai leading sektornya yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan. Jadi gini, berpayung pada satu program ini, semua dinas hingga departemen saling mengisi. Misalnya gini, transmigrasi urusan penyediaan lahan dan proses perpindahan, PU membangun infrastruktur, Kesehatan untuk pelayanan dan sanitasinya. Nah begitu semuanya. Jadi kita akan bekerja bersama. Untuk pengembangannya, kita kan sudah punya wilayah argo forest, ini sudah berkembang. Nah yang akan dikembangkan lagi, adalah argo marine. Di kota, kedua potensi ini akan dipertemukan.

Saat ini apa yang sudah dilaksanakan?
Sebagai langkah awal kami masih melakukan sosialisasi dan promosi, melalui media massa dan langsung ke masyarakat. Untuk tahun pertama, kita akan membangun infrastruktur, seperti pintu gerbang, jalan, fasilitas umum dan lahan. ini kan bertahap, nanti kedepan baru pengembangannya.

Kalau dipastikan akan berkembang, sampai kapan bisa dilakukan evaluasi?

Kalau berdasarkan konsep transmigrasi pusat, biasanya itu hingga lima tahun. Kalau memungkinkan, bisa saja diserahkan secara resmi ke Pemerintah Daerah untuk penanganannya. Tapi kalu untuk KTM ini, setiap lima tahun dievaluasi. Evaluasi ini berjangka, mulai dari bulan, tahun hingga per lima tahun. Untuk menyatakan perkembangannya, itu sangat tergantung pada masyarakat, tapi tetap dilakukan pembinaan dari pemerintah. Membangun kota ini kan prosesnya lama. Dalam lima tahun itu, akan diukur apa saja indikator perkembangannya. Kemungkinan 20 hingga 25 tahun baru terwujud kota yang diimpikan.

Kalau berbagi peran antar pemerintah itu gimana?

Ya kita akan berbagi peran, apa peran pusat dan apa peran pemeritah daerah. Pusat mungkin akan memberikan bantuan-bantuan sarana mata pncaharian masyarakat, seperi perahu, alat tangkap, lahan tambak dan lain sebagainya. Nah fungsai lain dari pemerintah daearh, melakukan upaya-paya promosi menggait investor. Kalau urusanya investor, itu pada proses pengolahan hasil. Jadi disilah proses industrialisasi dimulai.

Kalau aktifitas cadangan bagi masyarakat, selain di laut, ada ngga?

Oh iya itu penting. Kalau kita melihat dinamika nelayan di Indonesia, itu sangat tergantung pada musim. Jadi adan istilah pasang surutnya. Untuk itu kita menyiapkan lahan lain, berupa tambak, karamba dan tempat budidaya hasil tangkap. Sehingga pada musim angina misalnya, nelayan bisa tidak turun ke laut, tapi tetap beraktifitas di daratan, dengan tambak yang dimiliki.


Bagaimana membangin nterkoneksi dengan daerah provinsi atau kabupaten di sekitar KTM?

Sebagai bentuk political wiil kita, daerah-daerah sekitar bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di KTM, seperti pusat pergudangan, pelabuhan dan sarana pemasaran. Tapi sebelumnya kan sudah ada dilakukan Badan Kerjasama Pengembangan Regional Sulawesi (BKPRS) untuk pengembangan Teluk Tomini. Nanti kita akan bertemu lagi se Asia Timur tahun depan di Philipina, membicarakan potensi laut. Dengan Susclam, lembaga non pemerintah skala internasional, kita sudah membangun kerjasama tentang pemanfaatan kawasan budi daya, proteksi biota laut yang ada di Teluk Tomini.

Kalau disinergikan dengan program pemerintah provinsi, ini bagaimana?

Seperti saya bilang tadi, Teluk Tomoni adalah daerah pengembangan dua, atau disebut cluster dua untuk pengembangan rumput laut. Ini juga sudah canangkan oleh gubernur dan Dirjen pengembangan dan budidaya hasil laut, bahwa di Parigi Moutong menjadi pusat pusat pengembangan rumput laut Sulteng. Tapi kita bukan sebatas itu, kita akan melakukan upaya-upaya proteksi, seperti manggrovnisasi. Jadi akan ditanam manggrov di sepanjang teluk, untuk mengantisipasi terjadinya abrasi pantai dan lain sebagainya.

Untuk membangun iklim investasi di KTM, apa yang akan dilakukan pemerintah?

Tentunya kita akan mengacu pada peraturan pemerintah pusat, baik itu tentang tata niaga, dan proses perizinan. Tapi sepanjang regulasi itu ada kewenangannya di daerah, saya akan memberikan kemudahan-kemudahan. Pertama kita akan melakukan promosi. Jika sudah ada, maka kita akan memberikan pelayanan yang maksimal. Pelayanan itu berupa kemudahan-kemudahan perizinan, pembebasan pajak untuk waktu tertentu. Dan membangun jaringan pasar ekspor. Kita akan memfasilitasi antara investor dengan masyarakat, tapi kalau untuk urusan pembebasan lahan, itu tidak ada. Jadi prinsipnya kita akan memberikan kemudahan.

0 komentar: